Header Ads

KMP Salvino Belum Selesai Pengukuran, Sudah Dapat Sertifikat.

eMaritim.com, 16 Agustus 2018

(KMP Salvino docking) 

Kecelakaan kapal-kapal penyeberangan (Ferry) yang belakangan sering terjadi di perairan Indonesia sudah selayaknya mendapat perhatian yang sangat serius dari semua pihak. Tidak saja pemerintah, tapi juga masyarakat pengguna jasa dan para praktisi bidang pelayaran yang perduli terhadap keselamatan pelayaran, disamping tentunya para operator kapal tersebut. 

Belum selesai dari kejadian tenggelamnya KMP Bandeng di Halmahera kemarin siang (15/08), hari ini responden eMaritim di Jakarta mendapat berita bahwa sebuah kapal motor penyeberangan (KMP) Salvino yang biasa melayani rute Merak Bakaheuni, telah kembali berlayar di rute tersebut selepas menjalani dock di Jakarta dalam rangka modifikasi untuk pemenuhan minimal 5000 GRT sebagai syarat melayani rute sibuk Merak -  Bakaheuni.

Dari gambar dan ukuran di sertifikat yang disampaikan,  secara kasat mata tidak nampak perubahan yang signifikan dari sebuah kapal yang sebelumnya memiliki GRT 2593 menjadi kapal yang memiliki GRT 5028.

(KMP Salvino sebelumnya) 

Saat dihubungi untuk konfirmasi, Direktur Perkapalan dan Kelautan Ir. Dwi Budi Sutrisno menyampaikan Ditkapel akan melakukan pengecekan kebenaran akan berita ini. Jika terbukti benar maka Ditkapel akan berkoordinasi dengan kesyahbandaran Tanjung Priok melakukan pengukuran ulang dan menerbitkan sertifikat sesuai hasil pengukuran.

"Jika terbukti petugas yang menerbitkan sertifikat melaksanakannya tidak sesuai prosedur maka akan ditindak sesuai aturan yang berlaku karena hal ini menyangkut keselamatan jiwa manusia" Jelas Ir. Dwi Budi Sutrisno.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut akan terus berupaya melakukan pembenahan dan mengharapkan partisipasi aktif masyarakat utk meningkatkan keselamatan pelayaran.(jan)

No comments

Kami www.gotoseajobs.com tidak bertanggung jawab atas kebenaran laporan tersebut dan hanya sebagai referensi bagi Pencari Kerja untuk mempertimbangkan kebenaran Laporan tersebut.
Segala isi laporan adalah menjadi tanggung jawab Pelapor.