ASDP Optimis akan Layani 4,67 Juta Pemudik Angkutan Laut Lebaran 2019

Indonesian Seafarers Career

Indonesian Seafarers Career
Loker Pelaut Indonesia

Links

ASDP Optimis akan Layani 4,67 Juta Pemudik Angkutan Laut Lebaran 2019

Ananta Gultom
Wednesday, 22 May 2019

Jakarta, eMaritim.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan optimistis bahwa layanan penyeberangan selama periode Angkutan Lebaran dapat berjalan lancar, tertib, aman dan nyaman dengan siap melayani 4,67 juta pemudik dan 1,11 juta kendaraan di lintasan terpantau nasional selama periode mudik pada H-1 hingga H+7 Lebaran.

Tercatat 7 lintasan penyeberangan utama (terpantau nasional) selama arus mudik dan balik yakni, Merak-Bakauheni, Ketapang-Gilimanuk, Padangbai-Lembar, Kayangan-Pototano, Panajam-Kariangau (Balikpapan), Bajoe-Kolaka, dan Tanjung Kelian-Tanjung Api-api (Bangka). Adapun tahun ini bertambah 2 menjadi 9 lintasan yang akan dipantau secara nasional, yakni lintasan Danau Toba, dan Bira-Pamatata (Selayar).

"Arus mudik dan balik tahun ini diperkirakan jauh lebih lancar menyusul ketentuan cuti bersama yang relatif panjang, sehingga periode waktu libur juga lebih lama. Selain lancer, dengan pemudik juga akan merasakan perjalanan mudik yang lebih nyaman dengan adanya terminal dan kapal eksekutif ASDP di Merak dan Bakauheni. Puncak arus juga diperkirakan lebih terdistributif yang jatuh pada akhir pekan, yakni saat mudik mulai Jumat (31/5) hingga Minggu (2/6) dan puncak arus balik pada Sabtu (8/6) dan Minggu (9/6)," kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi.

Secara nasional, kesiapan alat produksi Angkutan Lebaran 2019 juga memadai, yang akan dilayani oleh 29 cabang, 35 pelabuhan, 229 lintasan dan 150 unit kapal (termasuk swasta). Tahun ini, total jumlah pemudik Angkutan Lebaran di lintasan terpantau nasional diprediksi mencapai 4,67 juta orang atau naik 4,8 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 4,45 juta orang. Jumlah kendaraan roda 2 mencapai 479.793 unit atau naik 4,6 persen dibandingkan tahun lalu 458.793 unit, dan roda 4 mencapai 631.674 unit atau naik 10,5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 571.849 unit.

"Kami perkirakan, volume kendaraan mobil pribadi tahun ini meningkat cukup signifikan menyusul kebijakan tarif tiket pesawat yang cukup tinggi sehingga ada migrasi pemudik ke moda darat dan penyeberangan, khususnya untuk jalur Jawa, Sumatera dan Bali,� tutur Ira.

Ia mengungkapkan, Merak-Bakauheni yang menghubungkan Jawa dan Sumatera masih tetap akan menjadi lintasan tersibuk selama periode Angkutan Lebaran 2019. Ditambah lagi, tahun ini masyarakat yang akan mudik dari Jawa menuju Sumatera dapat menikmati Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang telah siap beroperasi. Bagi pemudik yang akan melanjutkan perjalanan darat dari Bakauheni menuju kota lainnya di Sumatera, agar dapat mempersiapkan perjalanannya dengan baik, termasuk mengisi bahan bakar cukup untuk sampai di tujuan.

Untuk lintasan Merak-Bakauheni sendiri, diperkirakan tahun ini akan dilintasi 1,42 juta penumpang atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 1,35 juta, lalu diikuti 108.894 unit sepeda motor atau naik 5 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 103.709 unit, serta roda 4 yang diperkirakan mencapai 196.613 unit atau naik hingga 15 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 170.968 unit.

Sebaliknya, pemudik dari Bakauheni menuju Merak diperkirakan akan dilintasi 1,29 juta orang atau naik 5 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 1,23 juta orang, diikuti roda 2 sebanyak 92.269 unit atau naik 5 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 87.876 unit, dan roda 4 sebanyak 179.629 unit atau naik 15 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 156.199 unit.

�Namun demikian, kami pastikan kapasitas muatan kapal yang terpasang memadai, karena telah kami asumsikan kenaikan volume hingga 15 persen dibandingkan tahun lalu. Prediksi beban puncak dari Merak terjadi pada H-4 dan H-3 sebanyak 33.000 unit kendaraan, namun kapasitas kapal terpasang yang kami sediakan mencapai 38.000 unit. Untuk roda 4 diperkirakan melonjak pada H-5, H-4 dan H-2, dengan rata-rata 18.020 unit kendaraan per hari, sedangkan rata-rata kapasitas kapal terpasang sebanyak 37.420 unit kendaraan per hari," ujar Ira.

�Pada H-5 hingga H+5 akan dioperasikan kapal-kapal berukuran besar, serta penetapan dermaga khusus sepeda motor, yakni di Merak dermaga VII dan di Bakauheni dermaga VI. Untuk di Ketapang-Gilimanuk ditetapkan dermaga LCM. Lebaran tahun ini dermaga eksekutif dan kapal eksekutif Merak-Bakauheni juga akan dimaksimalkan bagi kendaraan R-4 yang akan menyeberang mulai tanggal 3 Mei-2 Juni,� sebutnya.

Peningkatan Fasilitas

ASDP terus mengimbau kepada seluruh pengguna jasa ferry menempuh perjalanan di pagi dan siang hari agar tidak mengalami kepadatan di malam hari, khususnya di lintasan Merak-Bakauheni. Jadwal perjalanan harus diatur baik agar dapat menikmati perjalanan mudik yang menyenangkan, dan tidak terjebak dalam kemacetan yang signifikan saat puncak arus mudik maupun balik.

Beberapa langkah antisipasi telah disiapkan dalam peningkatan kualitas pelayanan yakni melakukan pengaturan kapal yang beroperasi dengan mengoperasikan kapal-kapal berukuran besar pada kondisi puncak, meningkatkan pelayanan di pelabuhan (menambah toll gate kendaraan R4, pengaturan parkir, manajemen lalu lintas, percepatan proses bongkar muat kapal serta peningkatan kualitas layanan), dan e-ticketing. Untuk sailing time reguler selama 120 menit, sementara sailing time kapal eksekutif selama 60 menit.

Di Pelabuhan Merak, ASDP telah menyiapkan fasilitas loket yang terdiri dari 25 loket penumpang (reguler 20 loket, eksekutif 5 loket), 26 loket roda 2 (reguler 25 loket, eksekutif 1 loket), dan 23 loket roda 4 (reguler 16 loket, eksekutif 7 loket). Selain itu juga disediakan fasilitas pendukung keselamatan dan keamanan yakni 7 unit ambulance, 2 unit mobil derek, 2 unit Damkar, 4 unit tug boat, 4 unit rubber boat, dan 116 unit CCTV yang tersebar di seluruh wilayah pelabuhan.

Ira juga mengimbau kepada pengguna jasa agar dapat menggunakan fasilitas pelayanan selama berada di Pelabuhan yang telah ditingkatkan mulai dari toilet yang selama Lebaran disediakan sebanyak 120 titik (eksisting 80 titik, portable 40 titik), mushola dan masjid, klinik umum dan gigi serta ruang menyusui.

ASDP juga mendorong kepada pengguna jasa dari penumpang pejalan kaki hingga kendaraan golongan V, khususnya di lintasan Merak-Bakauheni agar melakukan pembelian tiket secara online melalui https://tiket.indonesiaferry.co.id/ yang kini semakin lengkap dengan penambahan channel pembayaran dimana tidak hanya melalui transfer bank, tetapi juga melalui Finpay serta melalui gerai retail modern seperti Indomaret dan Alfamart.

�Masyarakat akan semakin dimudahkan dalam membeli tiket ferry. Bisa lewat online melalui website, atau datang langsung ke Pelabuhan dengan menggunakan kartu elektronik BRIzzi, Tap Cash BNI, e-money Mandiri, dan Blink BTN. Dan kini, untuk mencatat jumlah dan nama penumpang kapal, mulai Lebaran tahun ini ASDP menerapkan Manifest Digitalization secara otomatis dengan alat pembaca KTP elektronik (E-KTP reader). Langsung tap saja, data sudah otomatis masuk ke sistem, ini sangat akurat dan cepat,� jelas Ira lagi.

Bukan itu saja, untuk makin memudahkan calon penumpang, ASDP juga menyediakan Vending Machine dan  Self Check-in, berupa pembelian tiket dan pencetakan boarding pass di mesin vending untuk pejalan kaki. Sebagai tahap awal program digitalisasi sistem tiket ASDP tersebut berlaku di Pelabuhan Merak-Bakauheni mulai 18 Mei 2019 dan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk mulai 20 Agustus 2019. Rencananya secara bertahap digitalisasi tiket akan diberlakukan di seluruh pelabuhan ASDP.

Bahkan tahun ini, Pemerintah melalu Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengeluarkan imbauan terkait Kawasan ganjil genap di Pelabuhan Merak-Bakauheni yang berlaku secara bergantian mulai 30 Mei � 9 Juni 2019 mulai pukul 20.00 � 08.00 WIB bagi mobil pribadi untuk mengurai kepadatan di waktu mudik yang bersamaan sehingga layanan penyeberangan tetap berjalan lancar, khususnya saat puncak arus.

Untuk di Merak, berlaku bagi pengendara mobil dengan tanda nomor kendaraan genap pada tanggal 30 Mei (H-6) dan 1 Juni (H-4) mulai pukul 20.00 WIB sampai dengan pukul 08.00 WIB. Lalu bergantian kendaraan dengan nopol ganjil pada 31 Mei (H-5) dan 2 Juni (H-3) mulai dari pukul 20.00 hingga pukul 08.00 WIB. Sementara yang dari Pelabuhan Bakauheni bagi yang menggunakan mobil dengan tanda nomor kendaraan genap dapat melintas mulai tanggal 8 Juni (H+2) mulai  pukul 20.00 WIB sampai pukul 08.00 WIB hari berikutnya, dan bagi nopol ganjil berlaku pada 7 Juni (H+1) dan 9 Juni (H+3) mulai pukul 20.00 hingga pukul 08.00 WIB.

Mudik Bareng BUMN


Tahun ini, ASDP kembali memberangkatkan sekitar 2.500 pemudik secara gratis dalam penyelenggaraan Mudik Bareng BUMN 2019 yang diinisiasi Kementerian BUMN yang membidik total peserta 250 ribu orang. Dari 2.500 pemudik, ASDP akan melayani di tiga lintasan prioritas yakni Dumai-Rupat, Batulicin-Tanjung Serdang, dan Hunimua-Waipirit,Ambon selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Ira mengatakan untuk kedua kalinya ASDP berpartisipasi dalam kegiatan Mudik Bareng BUMN, dan tahun ini ASDP akan menyediakan layanan bagi pemudik di 3 lintasan yang berada di kawasan barat, tengah dan timur Indonesia.

�Kami kembali menyelenggarakan layanan mudik bareng di masing-masing lintasan untuk arus mudik dan arus balik secara gratis dengan rincian, rute Dumai-Rupat akan tersedia 800 tiket, rute Batulicin-Tanjung Serdang tersedia 800 tiket, dan Hunimua-Waipirit tersedia 900 tiket,� ujarnya.

Ira mengungkapkan, kuota layanan mudik bareng tahun ini ditingkatkan menyusul tingginya animo masyarakat dalam kegiatan mudik bareng tersebut. �Kami mensyukuri dan mengapresiasi respon positif yang cukup antusias untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Bagi masyarakat yang berminat, silakan mendaftarkan diri menjadi peserta dengan hanya membawa fotocopy KTP dan Kartu Keluarga untuk persyaratan data,� katanya menjelaskan.

Program Mudik Bareng BUMN ini bertujuan untuk mengalihkan pemudik yang biasa menggunakan sepeda motor ke moda transportasi yang lebih nyaman dan aman seperti dengan menggunakan bus, kereta api atau kapal ferry. Kegiatan ini juga menjadi upaya dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas jalan.

Dukungan ASDP terhadap program Mudik Bareng BUMN ini turut menjadi bentuk nyata kehadiran ASDP di Tanah Air yang dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar. �ASDP tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi peduli pada kebutuhan transportasi masyarakat yang cukup krusial dalam mendukung laju perekonomian. Diharapkan ke depannya moda ferry menjadi pilihan utama masyarakat," ujar Ira.

Rencananya, arus mudik (berangkat) di masing-masing lintasan akan dilayani pada tanggal 31 Mei, 2 dan 3 Juni 2019 dan arus balik akan dilayani pada tanggal 8, 11, dan 12 Juni 2019. (hp)