Keluarga Korban Belum Yakin Kapal MV. Nur Allya Hilang

Indonesian Seafarers Career

Indonesian Seafarers Career
Loker Pelaut Indonesia

Links

Keluarga Korban Belum Yakin Kapal MV. Nur Allya Hilang

Ananta Gultom
Thursday, 3 October 2019


TERNATE, OT – Pihak keluarga korban MV. Nur Allya belum yakin kapal kargo raksasa tersebut hilang di perairan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara (Malut) pada Agustus 2019 lalu, karena Komite Nasional Keselamatan Trasportasi (KNKT) Nasional tidak bisa membuktikan.
Pernyataan ini disampaikan oleh pihak keluarga setelah mengikuti pemaparan dan penjelasan dari KNKT Nasional yang dihadiri langsung 50 orang keluarga korban, Basarnas Ternate, TNI, Polri, BMKG, Pemerintah Kota Ternate dan pemilik kapal dari PT Gurita Lintas Samudera, di Emerald Hotel Ternate, Kamis (3/10/2019) sore tadi.

Salah satu perwakilan dari keluarga korban, Agus Triyono usai pertemuan itu mengatakan, dalam proses pencarian dengan menggunakan alat-alat dari KNKT maupun pihak lain agar dapat memberikan gambaran yang jelas kepada pihak keluarga.
“Sekarang keluarga diberikan gambaran atau asumsi bahwa kapal itu tenggelam tapi tidak sesuai. Namun bukti otentik yang menyatakan bahwa kapal kargo MV. Nur Allya sudah tidak ada. Nah, ini kan kami dari pihak keluarga sendiri tidak puas dengan hasil ini kerena tidak ada data riil dan jelas terkait hilangnya kapal tersebut,” ujar Agus kepada indotimur.com, Kamis (3/10/2019).
Lanjut dia, hasil paparan dari KNKT sendiri bahwa kapal tersebut tenggelam sesuai hasil deteksi alat Automatic Identification System (AIS)  yang mati di kedalaman 800 meter. Itu artinya, kata Agus, titik koordinat sudah jelas, tapi kenapa tidak bisa ditemukan hingga membuktikan kapal tersebut benar-benar tenggelam.
“Untuk itu, kami perwakilan keluarga korban berkisar 80 persen tidak puas dan tidak menerima dengan hasil penyampaian KNKT. Kami minta agar pihak KNKT terus untuk melakukan proses pencarian terhadap kapal kargo MV. Nur Allya, karena sesuai janji KNKT mereka akan melakukan investigasi maka tentunya pencarian ini belum berakhir selama belum ada titik terang,” tegas Agus.

Agus menambahkan, keluarga korban meminta kepada KNKT harus mengecek citra satelit tepatnya pada kapal kargo MV. Nur Allya yang hilang kontak, agar dicek keberadanya dimana dan harus diberikan kepada keluarga, karena penyampaian dari KNKT seakan-akan menyatakan proses pencarian terbukti bahwa kapal tersebut tenggelam.
“Jadi kami dari keluarga belum puas menerima hasil ini, karena belum ada bukti otentik dan belum kejelasan yang disampaikan kepada kami sebagai keluarga korban,” ungkapnya.
Alasan belum diterima penjelasan KNKT oleh pihak keluarga, karena banyak barang-barang yang ada di dalam kapal  tidak ditemukan oleh KNKT dan instansi lain disaat proses pencarian.
“Jika seandanya kapal itu terbalik seharusnya ada barang-barang yang terapung di permukan air laut, tetapi faktanya tidak ditemukan. Maka kami belum yakin dan asumsi kapal itu penuh hingga tenggelam kami belum puas dan terima,” tutupnya.